edelweissgreen

Just another WordPress.com site

WABAH, PENYELIDIKAN EPID, SURVEILANS EPID, PENYELIDIKAN WABAH, SURVEY EPID

A. DEFINISI WABAH
1. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989)
Wabah berarti penyakit menular yang berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah besar orang di daerah yang luas.
2. Menurut UU : 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular
Wabah adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi dari pada keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka.
3. Departemen Kesehatan RI Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (1981)
Wabah adalah peningkatan kejadian kesakitan atau kematian yang telah meluas secara cepat, baik jumlah kasusnya maupun daerah terjangkit
4. Benenson, 1985
Wabah adalah terdapatnya penderita suatu penyakit tertentu pada penduduk suatu daerah, yang nyata‑nyata melebihi jumlah yang biasa .
5. Last 1981
Wabah adalah timbulnya kejadian dalam suatu masyarakat, dapat berupa penderita penyakit, perilaku yang berhubungan dengan kesehatan, atau kejadian lain yang berhubungan dengan kesehatan, yang jumlahnya lebih banyak dari keadaan biasa.
B. PENGERTIAN SURVEILANS DAN EPIDEMIOLOGI
Surveilans Epidemiologi adalah kegiatan pengamatan secara sistematis dan terus menerus terhadap penyakit atau masalah-masalah kesehatan serta kondisi yang mempengaruhi resiko terjadinya penyakit atau masalah-masalah kesehatan tersebut agar dapat melakukan tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien melalui proses pengumpulan, pengolahan data dan penyebaran informasi epidemiologi kepada penyelenggara program kesehatan.
Surveilans epidemiologi.
• Merupakan kegiatan pengamatan terhadap penyakit atau masalah kesehatan serta faktor determinannya. Penyakit dapat dilihat dari perubahan sifat penyakit atau perubahan jumlah orang yang menderita sakit. Sakit dapat berarti kondisi tanpa gejala tetapi telah terpapar oleh kuman atau agen lain, misalnya orang terpapar HIV, terpapar logam berat, radiasi dsb. Sementara masalah kesehatan adalah masalah yang berhubungan dengan program kesehatan lain, misalnya Kesehatan Ibu dan Anak, status gizi, dsb. Faktor determinan adalah kondisi yang mempengaruhi resiko terjadinya penyakit atau masalah kesehatan.
• Merupakan kegiatannya yang dilakukan secara sistematis dan terus menerus. Sistematis melalui proses pengumpulan, pengolahan data dan penyebaran informasi epidemiologi sesuai dengan kaidah-kaidah tertentu, sementara terus menerus menunjukkan bahwa kegiatan surveilans epidemiologi dilakukan setiap saat sehingga program atau unit yang mendapat dukungan surveilans epidemiologi mendapat informasi epidemiologi secara terus menerus juga.
Pada umumnya surveilans epidemiologi menghasilkan informasi epidemiologi yang akan dimanfaatkan dalam :
1. Merumuskan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan dan evaluasi program pemberantasan penyakit serta program peningkatan derajat kesehatan masyarakat, baik pada upaya pemberantasan penyakit menular, penyakit tidak menular, kesehatan lingkungan, perilaku kesehatan dan program kesehatan lainnya.
2. Melaksanakan sistem kewaspadaan dini kejadian luar biasa penyakit dan keracunan serta bencana.
3. Merencanakan studi epidemiologi, penelitian dan pengembangan program Surveilans epidemiologi juga dimanfaatkan di rumah sakit, misalnya surveilans epidemiologi infeksi nosokomial, perencanaan di rumah sakit dsb.
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka kegiatan surveilans epidemiologi dapat diarahkan pada tujuan-tujuan yang lebih khusus, antara lain :
a. Untuk menentukan kelompok atau golongan populasi yang mempunyai resiko terbesar untuk terserang penyakit, baik berdasarkan umur, jenis kelamin, pekerjaan, dan lain–lain
b. Untuk menentukan jenis dari agent (penyebab) penyakit dan karakteristiknya
c. Untuk menentukan reservoir dari infeksi
d. Untuk memastikan keadaan–keadaan yang menyebabkan bisa berlangsungnya transmisi penyakit.
e. Untuk mencatat kejadian penyakit secara keseluruhan
f. Memastikan sifat dasar dari wabah tersebut, sumber dan cara penularannya, distribusinya, dsb.
C. PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI
Dalam epidemiologi kita mengenal istilah Penyelidikan Epidemiologi (Epidemiology Investigation) yaitu penyelidikan atau survei yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran terhadap masalah kesehatan atau penyakit secara lebih menyeluruh. Yang diselidiki dalam epidemiology investigation adalah mengenai apakah tempat yang terkena KLB tersebut merupakan endemik atau epidemik penyakit, merupakan penyakit infeksi atau penyakit kronis, dan kondisi kesehatan lainnya.
Tujuan diadakan penyelidikan epidemiologi adalah untuk :
1. Mendapatkan gambaran masalah yang sesungguhnya
2. Mendapat gambaran klinis tentang suatu penyakit
3. Mendapat gambaran mengenai kasus menurut variabel epidemiologi
4. Mendapat informasi tentang faktor resiko (lingkungan, vektor, perilaku, dll) dan etiologi
Dengan mengetahui tujuan tersebut diharapkan seorang epidemilogist dapat mengambil tindakan untuk pencegahan maupun penanggulangan penyakit.
Kegiatan yang dilakukan dalam penyelidikan epidemiologi meliputi :
1. Investigate : mencari informasi dengan cara wawancara, ataupun menyelidiki ke daerah yang terkena wabah
2. Collecting : mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan kejadian wabah
3. Analyze : menganalisis informasi yang telah didapat
4. Conclusion : menyimpulkan informasi
Contoh
Penyakit Campak
Penyakit Campak adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva), ruam kulit bercak seluruh tubuh terkadang sampai borok borok bernanah. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus campak golongan Paramyxovirus (Virus Morbili). Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan 4 hari setelah ruam kulit ada. Penularan campak biasanya ditularkan sewaktu seseorang menyedot virus campak yang telah dibatukkan atau dibersinkan ke dalam udara oleh orang yang dapat menularkan penyakit.
Gejala penyakit campak dimulai dengan panas badan kemudian suhu makin meninggi waktu akan timbul gejala gejala pada kulit, Radang tenggorokan, pilek, batuk kering, radang selaput mata. Pada hari kelima timbul bercak merah pada kulit mula mula timbul dibelakang telinga, tengkuk, kemudian menyebar keseluruh tubuh. Bercak merata, kadang disertai borok bernanah, setelah kurang lebih tiga hari menghilang sesuai urutan kejadian. Bercak meninggalkan bekas kehitaman yang merupakan gejala khas penyakit campak.
4 fase Campak:
1. fase Inkubasi
Fase inkubasi berlangsung sekitar 10-12 hari. Di fase ini agak sulit mendeteksi infeksinya karena gejalanya masih bersifat umum bahkan tidak terlihat sama sekali.
2. Fase Prodormal
Adalah fase dimana gejala penyakit sudah mulai timbul seperti flu, batuk, pilek, dan demam. Mata anak pun akan tampak kemerah-merahan dan berair. Ciri lain, di sebelah dalam mulut muncul bintik-bintik putih yang akan bertahan 3-4 hari.
3. Fase Makulopapuler
Fase makulopapuler yakni keluarnya bercak merah yang sering diiringi demam tinggi antara 38-40,5°C.
4.Fase Penyembuhan
Bila bercak merah sudah keluar, umumnya demam akan turun dengan sendirinya. Selanjutnya bercak merah akan berubah menjadi kehitaman dan bersisik, disebut hiperpigmentasi. Pada akhirnya bercak akan mengelupas atau rontok atau sembuh dengan sendirinya. Umumnya, dibutuhkan waktu hingga 2 minggu sampai sembuh benar dari sisa-sisa campak.
Pencegahan penularan penyakit campak :
– Meningkatkan keadaan gizi anak
– Campak mudah menular, jadi bila ada penderita harus diisolasi atau menjauhkan anak yang sehat dari penderita
– Imunisasi campak pada bayi umur sembilan bulan.
Cara Mengobati Campak:
pengobatan campak hanya bersifat simptomatis, yakni mengobati gejalanya saja. Sementara hingga saat ini, belum ditemukan obat yang bisa langsung mengatasi virus campak.
Pengobatan gejala sangat penting dilakukan karena bila tidak ditangani dengan baik campak bisa sangat berbahaya.
Penyelidikan epidemiologi penyakit campak dapat dilakukan dengan:
a.Menentukan apakah peristiwa itu suatu letusan/wabah atau bukan.
Apakah peristiwa itu termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB) di daerah itu. Suatu wabah yang dianggap sebagai KLB dimana separoh daerah itu terkena campak. Dan membandingkan dengan insiden penyakit campak itu pada minggu/bulan/tahun sebelumnya.
b.Mengidentifikasi hubungan adanya letusan/wabah dengan faktor-faktor waktu, tempat dan orang.
Kapan penderita mulai merasa gejala-gejala sakit campak (waktu), dimana mereka mendapat infeksi penyakit itu (tempat), siapa yang terkena (Gender, Umur, imunisasi, dll).
c.Pemeriksaan sampel darah penderita
Pemeriksaan dengan mengambil sampel dan di uji di laboratorium. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pasien positif menderita campak.
d.Wawancara dengan penderita
Bertujuan untuk mengetahui hal-hal yang menyebabkan terjadinya penyakit campak, seperti status gizi sebelum terkena penyakit itu, apakah gizi tercukupi sehingga imunitas berpengaruh terhadap terjangkitnya penyakit dan status vaksin, apakah sudah mendapatkan vaksin apa belum. Dengan siapa penderita sebelum terjangkit penyakit campak melakukan kontak langsung dengan penderita campak yang lain.
e.Wawancara dengan orang yang mempunyai pengalaman yang sama baik waktu/tempat terjadinya penyakit campak, tetapi mereka tidak sakit atau dapat terkontrol atau mempunyai imunitas yang tinggi. Hal ini bertujuan untuk melakukan pencegahan seperti apa yang akan dilakukan.
f.Pemeriksaan lingkungan sekitar
Bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi lingkungan sekitar yang dapat mengakibatkan berkembangnya virus penyebab penyakit campak. Seperti pemeriksaan suhu dan kelembaban lingkungan.
g.Melakukan hipotesa (dugaan sementara) atas data yang didapatkan. Hipotesis itu dapat menerangkan pola penyakit campak yang sesuai dengan sifat penyakit, sumber infeksi campak, cara penularan serta faktor yang berperan.
h.Melakukan tindakan penanggulangan
Menentukan cara penanggulangan yang paling efektif untuk penyakit campak. Melakukan surveilence terhadap penyakit campak dan faktor lain yang berhubungan dengan campak. Dan menentukan cara pencegahan penyakit campak dimasa akan datang.
D.SURVEI EPIDEMIOLOGI
Ialah survei yang diadakan untuk mendapatkangambaran tentang penyebaran penyakit yang terdapat pada masyarakat danfactor-faktor lain yang mungkin ada hubungannya dengan penyakit tersebut.Kegunaan Survei ini, yaitu:
• mendapatkan diagnosis status kesehatan Masyarakat
• menjelaskan penyebab & riwayat penyakit
• memberikan kontribusi pada evaluasi kesehatan
E. PENYELIDIKAN WABAH
Pengungkapan adanya wabah yang sering dilakukan atau didapatkan adalah dengan deteksi dari analisis data surveilans rutin atau adanya laporan petugas, pamong, atau warga yang cukup peduli. Alasan dilakukannya penyelidikan adanya kemungkinan wabah adalah :
1. Mengadakan penanggulangan dan pencegahan
2. Kesempatan mengadakan penelitian dan pelatihan
3. Pertimbangan Program
4. Kepentingan Umum, Politik dan Hukum
Kegiatan penyelidikan wabah meliputi :
1. Menetapkan Terjangkitnya Keadaan Wabah
Informasi tentang terjadinya wabah biasanya datang dari sumber-sumber masyarakat, yaitu laporan pasien, keluarga pasien, kader kesehatan, atau warga masyarakat. Tetapi informasi tentang terjadinya wabah bisa juga berasal dari petugas kesehatan, laporan kematian, laporan hasil pemeriksaan laboratorium, atau media lokal (suratkabar dan televisi). Pada dasarnya wabah merupakan penyimpangan dari keadaan normal karena itu wabah ditentukan dengan cara membandingkan jumlah kasus sekarang dengan rata-rata jumlah kasus dan variasinya di masa lalu (minggu, bulan, tahun).
Terjadinya wabah dan teridentifikasinya sumber dan penyebab wabah perlu ditanggapi dengan tepat. Jika terjadi kenaikan signifikan jumlah kasus sehingga disebut wabah, maka pihak dinas kesehatan yang berwewenang harus membuat keputusan apakah akan melakukan investigasi wabah. Pada penerapannya, pada sistem kesehatan perlu ddilakukan investigasi wabah dan mengambil langkah-langkah segera dan tepat untuk mencegah penyebaran lebih lanjut penyakit tersebut..
2. Melakukan Investigasi Wabah
Pada langkah investigasi yang pertama dilakukan penegakan dagnosa dari penyakit yang menjadi wabah tersebut dengan mendefinisikan kasus. Pada investigasi kasus, peneliti melakukan verifikasi apakah kasus-kasus yang dilaporkan telah didiagnosis dengan benar (valid). Penegakan diagnose yang utam dengan dilakukan pemeriksaan labolatorium. Dengan menggunakan definisi kasus, maka individu yang diduga mengalami penyakit akan dimasukkan dalam salah satu klasifikasi kasus.
Berdasarkan tingkat ketidakpastian diagnosis, kasus dapat diklasifikasikan menjadi:
(1) kasus suspek (suspected case, syndromic case),
(2) kasus mungkin (probable case, presumptive case), dan
(3) kasus pasti (confirmed case, definite case).
Klasifikasi kasus (yang berbeda tingkat kepastiannya tersebut) memungkinkan dilakukannya upaya untuk meningkatkan sensitivitas dan spesifisitas pelaporan. Kasus suspek bersifat sensitive tetapi kurang spesifik, dengan tujuan mengurangi negatif palsu. Kasus mungkin dan kasus pasti bersifat lebih sensitif dan lebih spesifik daripada kasus suspek, dengan tujuan mengurangi positif palsu.
Langkah selanjutnya dengan dilakukan penentuan apakah peristiwa tersebut suatu letusan wabah atau bukan. Hal ini dilihat berdasarkan penyebab terjadinya wabah. Pada investigasi penyebab terjadinya wabah dapat dilakukan dengan wawancara dan epidemiologi deskriptif. Pada wawancara intinya, tujuan wawancara dengan kasus dan nara sumber terkait kasus adalah untuk menemukan penyebab terjadinya wabah.
Dengan menggunakan kuesioner dan formulir baku, peneliti mengunjungi pasien (kasus), dokter, laboratorium, melakukan wawancara dan dokumentasi untuk memperoleh informasi berikut:
(1) Identitas diri (nama, alamat, nomer telepon jika ada);
(2) Demografis (umur, seks, ras, pekerjaan);
(3) Kemungkinan sumber, paparan, dan kausa;
(4) Faktor-faktor risiko;
(5) Gejala klinis (verifikasi berdasarkan definisi kasus, catat tanggal onset gejala untuk membuat kurva epidemi, catat komplikasi dan kematian akibat penyakit);
(6) Pelapor (berguna untuk mencari informasi tambahan dan laporan balik hasil investigasi).
Pemeriksaan klinis ulang perlu dilakukan terhadap kasus yang meragukan atau tidak didiagnosis dengan benar (misalnya, karena kesalahan pemeriksaan laboratorium). Informasi tersebut dugunakan untuk membandingkan informasi yang didapat dengan definisi yang sudah ditentukan tentang KLB dan membandingkan dengan incidende penyakit itu pada minggu/bulan/tahun sebelumnya. Inti dari pertanyaan yang diajukan adalah mengenai waktu (kapan mulai sakit), tempat (dimana penderita mendapatkan infeksi), orang (siapa yang terkena, informasi yang diambil adalah gender, umur, imunisasi).
Dengan menghitung jumlah kasus, menganalisis waktu, incidence rate, dan risiko, peneliti wabah mendeskripsikan distribusi kasus menurut orang, tempat, dan waktu, menggambar kurva epidemi, mendeskripsikan kecenderungan (trends) kasus sepanjang waktu, luasnya daerah wabah, dan populasi yang terkena wabah. Dengan epidemiologi deskriptif wabah bisa mendapatkan hipotesa penyebab dan sumber wabah, distribusi penderita.
Hipotesa digunakan untuk mengarahkan pada penelitian lebih lanjut.
Hipotesis yang diterima, dapat menerangkan pola penyakit :
(a) Sesuai dengan sifat penyebab penyakit,
(b)Sumber infeksi,
(c) Cara penularan,
(d)Faktor lain yang berperan.
3. Melaksanakan Penanganan Wabah
Setelah data mengenai investigasi kasus dan penyebab telah memberikan fakta tentang penyebab, sumber, dan cara transmisi, maka langkah pengendalian hendaknya segera dilakukan. Makin cepat respons pengendalian, makin besar peluang keberhasilan pengendalian. Langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan cara penanggulangan yang paling efektif dan melakukan surveilence terhadap faktor lain yang berhubungan..
Prinsip intervensi untuk menghentikan wabah sebagai berikut:
(1) Mengeliminasi sumber patogen;
(2) Memblokade proses transmisi;
(3) Mengeliminasi erentanan.
Eliminasi sumber patogen mencakup:
(1) Eliminasi atau inaktivasi patogen;
(2) Pengendalian dan pengurangan sumber infeksi (source reduction);
(3) Pengurangan kontak antara penjamu rentan dan orang atau binatang terinfeksi (karantina kontak, isolasi kasus, dan sebagainya);
(4) Perubahan perilaku penjamu dan/ atau sumber (higiene perorangan, memasak daging dengan benar, dan sebagainya);
(5) Pengobatan kasus.
Blokade proses transmisi mencakup:
(1) Penggunaan peralatan pelindung perseorangan (masker, kacamata, jas, sarung tangan, respirator);
(2) Disinfeksi/ sinar ultraviolet;
(3) Pertukaran udara/ dilusi;
(4) Penggunaan filter efektif untuk menyaring partikulat udara;
(5) Pengendalian vektor (penyemprotan insektisida nyamuk Anopheles, pengasapan nyamuk Aedes aegypti, penggunaan kelambu berinsektisida, larvasida, dan sebagainya).
Eliminasi kerentanan penjamu (host susceptibility) mencakup:
(1) Vaksinasi;
(2) Pengobatan (profilaksis, presumtif);
(3) Isolasi orang-orang atau komunitas tak terpapar (“reverse isolation”);
(4) Penjagaan jarak sosial (meliburkan sekolah, membatasi kumpulan massa).
Hal terkhir dan merupakan hal terpenting dalam penanganan wabah adalah menentukan cara pencegahan di masa yang akan datang.
4. Menetapkan Berakhirnya Wabah
Penetapan berakhirnya wabah berdasarkan informasi tentang terjadinya wabah dari laporan pasien, keluarga pasien, kader kesehatan, atau warga masyarakat. Informasi juga bisa berasal dari petugas kesehatan, laporan kematian, laporan hasil pemeriksaan laboratorium, atau media lokal (suratkabar dan televisi). Hal ini untuk menganalisis apakah program penanganan wabah dapat menurunkan kasus yang terjadi. Jika kasus yang terjadi menurun maka dapat dikatakan bahwa penanganan wabah berhasil dan dapat segera dilakukan penetapan berkahirnya wabah.
5. Pelaporan Wabah
Pada akhir kegiatan dilakukan pelaporan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tentang penyelidikan epidemiologi, dengan format yang terdiri dari:
(1) Pendahuluan,
(2) Latar belakang,
(3) Uraian tentang penelitian yang telah dilakukan,
(4) Hasil penelitian,
(5) pembahasan,
(6) kesimpulan, dan
(7) Tindakan penanggulangan,
(8) Dampak-dampak Penting,
(9)rekomendasi.
Laporan tersebut mencakup langkah pencegahan dan pengendalian, catatan kinerja sistem kesehatan, dokumen untuk tujuan hukum, dokumen berisi rujukan yang berguna jika terjadi situasi serupa di masa mendatang. Selain itu juga berguna untuk perencanaan-perencanaan program, pelaksanaan rencana penanggulangan wabah itu sendiri.

ELVA RISMAWARI
25010110120097

Tinggalkan komentar »

Pencegahan paparan Radiasi

A.Handphone

HP/Handphone/ponsel merupakan alat komunikasi yang sangat vital bagi kehidupan manusia di jaman modern sekarang ini. Tanpa kita sadari ada bahaya yang di timbulkan dari penggunaan HP yang terlalu sering. Kita harus tahu betul apa akibat yang ditimbulkan dari radiasi HP apabila kita sering menggunakan HP. Radiasi adalah penyebaran partikel-partikel elementer dan energi radiasi dari suatu sumber radiasi ke medium atau tujuan sekitarnya. Energi radiasi dapat mengeluarkan elektron dari inti atom dan sisa atom menjadi bermuatan positif dan disebut ion positif. Sementara itu, elektron yang dikeluarkan itu dapat tinggal bebas atau mengikat atom netral lainnya dan membentuk ion negative. Gelombang yang dihasilkan oleh handphone dipercaya dapat menyebabkan gangguan kesehatan fisik dan mental, mulai dari yang ringan sampai yang berat.

WHO memberikan pernyataan perihal kemungkinan adanya hubungan antara telepon seluler dengan dua jenis tumor otak yaitu glioma dan acoustic neuroma atau yang lebih dikenal dengan istilah kanker. Sejak kabar tersebut mencuat maka terjadi kepanikan diantara pengguna ponsel. Namun ada cara-cara yang dapat dilakukan untuk dapat melindungi diri dari efek ini.

Efek mulai muncul pada orang-orang yang terus menerus menggunakan ponsel mereka (rata-rata) selama minimal 30 menit setiap hari. Jadi pencegahan utama yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi penggunaan ponsel.

berikut ini adalah cara untuk menghindari/ mencegah radiasi HP/ ponsel:

1. Jangan menelepon terlalu lama menggunakan hp, lebih baik memakai telepon rumah biasa yang memakai kabel karena bebas radiasi gelombang elektromagnetik.

2. Jeda Saat Melakukan Panggilan. Saat Anda menggunakan handphone tanpa headset, tunggu beberapa saat sampai panggilan Anda terkoneksi ke jaringan operator, baru kemudian tempelkan telinga ke speaker. Sedikit banyak hal ini bisa mengurangi efek radiasi.

3. Gunakan handsfree, headset, earphone atau speakerphone saat bicara dengan handphone agar menjauhkan radiasi dari otak yang berdekatan dengan telinga kita

4. Jauhkan hp yang aktif dari tempat tidur kita jangan sampai kita tidur dekat dengan hp untuk menghindari paparan radiasi terus-menerus di tempat yang sama.

5.  Jangan Masukkan HP di Saku Celana. Material bahan di celana kadang dapat menjadi konduktor yang cepat untuk radiasi, ketimbang reaksi ke bagian kepala. Salah studi mengungkapkan posisi handphone di saku celana, terutama dekat lipatan paha bisa berpengaruh pada kualitas sperma hingga turun 30 persen.

6. Beli hape yang memiliki RF Specific Absorption Rate atau SAR rendah di bawah 1,6 watt/kg agar radiasi yang dihasilkan tidak terlalu besar yang dapat mengganggu organ tubuh kita.

7. Jangan Gunakan HPdi Elevator. Elevator (Lift) telah menjadi standar fasilitas di gedung-gedung bertingkat. Elevator pun kini sudah banyak yang dilengkapi penguat sinyal oleh para operator. Namun ada pendapat untuk menunda bertelepon di dalam ruang metal tertutup, dalam hal ini adalah elevator dan kendaraan box. Alasannya aktifitas handphone dapat memicu hukum Faraday sehingga bisa menjebak radiasi yang dipancarkan dan di khwatirkan akibatnya berbalik ke pengguna.

8. Jauhi teman atau orang yang berada di sekitar kita yang sedang bertelepon ria dalam jangka waktu lama agar kita tidak terkena imbas radiasi ponsel milik orang lain.

9. EMF Protection. Gunakan perangkat baik handphone ataupun lainnya dengan validasi EMF (electronic filed) protection. Salah satu yang mencuat saat ini seperti pemanfaatan bio energy. Radiasi EMF dapat bersifat kumulatif pada tubuh Anda, wujud yang paling mudah dilihat yakni biological stress.

10.Jika memiliki fixed line maka sebaiknya gunakan telepon fixed line.

11.Gunakan sms pengganti telepon.

12.Upayakan untuk penggunaan ponsel seminimal mungkin di daerah yang memiliki rendah sinyal seperti di daerah pedesaan.

13.Jangan biarkan anak-anak kecil menggunakan ponsel kecuali jika diperlukan. Radiasi dapat menembus lebih dalam karena tengkorak mereka masih berda dalam tahap pengembangan.

14.Jangan menutup daerah di mana antena internal dengan tangan Anda, sebab jika antena internal ditutupi maka gelombang akan meningkt untuk mencari sinyal yang tepat.

15.Gunakan ponsel 3G. Sebab ponsel 3G memancarkan gelombang radio yang lebih rendah ke otak.

B.Komputer

Berikut ini ada beberapa tips untuk mengurangi efek radiasi komputer.

1. Jaga jarak komputer dengan mata, minimal 50 cm.

2. Atur posisi monitor, sehingga atas monitor sejajar dengan mata. Letakkan layar komputer 15-20 derajat di bawah pandangan mata (sekitar 4-5 inci) diukur dari pusat layar dan sekitar 20-28 inci dari mata.

3. Atur pencahayaan sehingga tidak ada pantulan cahaya yang menyilaukan. Untuk membantu meringankan beban mata, jaga agar cahaya mengarah langsung ke benda atau sesuatu yang Anda baca, bukan mata. Atur posisi layar komputer dengan cara mengurangi pantulan dari silau cahaya dekat jendela atau lampu di atas kepala.

4. Berkediplah lebih sering untuk menjaga mata agar tidak kering (minimal 5 menit sekali). Berkedip lebih sering membuat air mata membasahi seluruh indera penglihatan. Secara alami airmata merupakan obat mata.

5. Gunakan filter monitor yang bagus untuk mengurangi radiasi.

6. Sekali-kali menolehlah ke arah pandangan yang jauh untuk mengendurkan ketegangan di mata.

7. Setiap 2 – 3 jam, beristirahatlah sekitar 5 menit untuk mencegah keletihan mata dan juga badan dari radiasi (misalnya, pergi ke kamar kecil).

8. Jika sering menggunakan komputer milik orang lain yang tidak ada filter monitornya (misalnya anda presentasi di tempat lain), cobalah pakai kacamata dengan lensa khusus untuk mengurangi radiasi komputer.

9. Makanlah vitamin A agar mata senantiasa sehat. Vitamin A bisa dari wortel, susu, sayuran berwarna hijau, dan sebagainya.

10. Ada baiknya jika mengganti monitor CRT yang tebal dengan monitor LCD yang lebih tipis. Karena monitor LCD selain pemakaian wattnya lebih kecil ( hanya 60% dari CRT) juga radiasinya lebih rendah. Jadi lebih aman bagi mata.

11.Aturan 20/20/20.Apabila pekerjaan Anda menghabiskan waktu lama di depan sebuah perangkat digital gunakan teknik 20/20/20. Setiap 20 menit, luangkan waktu sekitar 20 detik untuk melihat sesuatu yang berjarak 20 meter dari tempat duduk. Aktivitas tersebut memungkinkan mata untuk beristirahat.

C.Nuklir

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa manusia tidak pernah lepas dari radiasi, baik itu radiasi alami maupun radiasi akibat perbuatan manusia. Setiap tahun tiap orang terpapar sekitar 3 milisievert (msv). Sievert adalah satuan untuk menyatakan dosis radiasi. Sebanyak 80 persen dari paparan radiasi itu berasal dari alam. Sebanyak 19,6 persen lainnya muncul dari efek medis dan sekitar 0,4 persen sisanya karena radiasi buatan manusia. Faktor penyebab manusia terpapar radiasi adalah secara langsung menghirup atau menelan zat radioaktif. Salah satunya adalah radiasi nuklir. Bisa terjadi karena adanya reaktor nuklir yang bocor. Paparan radiasi nuklir sangat berbahaya bagi kesehatan. Untuk itu diperlukan cara-cara untuk mencegah paparan radiasi nuklir.

Bila sebuah reaktor nuklir sudah dinyatakan terjadi kebocoran harus dilakukan penanganan sesuai dengan skala kecelakaan yang terjadi sesuai standar Internasional. Semua masyarakat dalam jangkauan tertentu harus segera dievakuasi dari resiko terkena paparan tersebut. Bagi semua orang yang telah berada dalam erea daerah paparan harus segera dilakukan skrening tes adanya kontaminasi radiasi dalam tubuhnya. Bila terdapat masyarakat yang terkontaminasi harus segera diisolasi dan dilakkan perawatan dan pemantauan kesehatannya.

Semua masyarakat dalam paparan bencana kebocoran reaktor nukklir sementara belum diungsikan harus tinggal di dalam rumah dan tidak boleh menyalakan AC untuk mencegah kontaminasi dengan udara luar. Masyarakat juga dilarang mengkonsumsi air kran, sayuran, buah-buan atau bahan makanan yang telah terkontaminasi dengan udara luar.

Pemberian garam Yodium diyakini dapat mencegah resiko terjadinya kanker saat terjadi paparan radiasi. Menurut WHO pil potasium iodida hanya akan diberikan jika dampak radiasi sudah dirasa membahayakan. Karena, pil tersebut tidak bisa dikonsumsi secara sembarangan. Pil Iodium meningkatkan kadar jenuh kelenjar tiroid dalam tubuh sehingga bisa mencegah pembentukan iodin radioaktif. Pembentukan iodin radioaktif karena paparan radiasi nuklir inilah yang bisa memicu kanker. Iodium bukan antidot radiasi, apalagi antikanker. Tetapi hanya salah satu faktor yang bisa meredam dampak buruk radiasi dalam tubuh.

 

Tinggalkan komentar »

KOMPOSISI PENDUDUK

Pengertian komposisi penduduk
Komposisi penduduk adalah penggolongan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. Misalnya : penduduk desa dapat digolongkan berdasarkan tingkat ekonomi, tingkat pendidikan, jenis kelamin dsb. Komposisi penduduk dalam arti demografi adalah komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin. Kedua variabel ini sangat mempengaruhi pertumbuhan penduduk di masa yang akan datang. Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin merupakan yang terpenting. Komposisi menurut umur dan jenis kelamin ini sangat penting bagi pemerintah sebuah negara untuk menentukan kebijakan kependudukan mereka untuk beberapa tahun ke depan. Komposisi penduduk dan jenis kelamin bagi suatu masyarakat penting baik dalam kerangka biologis, ekonomi, maupun sosial. Misalnya penting dalam dalam kaitannya dengan angka – angka kelahiran, kematian, rasio beban tanggungan, dan jumlah penduduk usia sekolah.
Contoh:
Dengan mengetahui jumlah penduduk usia 7 –12 tahun maka pemerintah dapat memperkirakan berapa kebutuhan sekolah dasar yang harus disediakan mengingat usia tersebut adalah usia sekolah dasar
Macam-macam komposisi penduduk
1. Berdasarkan aspek biologis
Misalnya : penduduk di suatu desa digolongkan berdasarkan umur dan jenis kelamin.
Komposisi penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin.
Umur penduduk dikelompokkan menjadi 3 yaitu:
– Umur 0 – 14 tahun dinamakan usia muda/usia belum produktif.
– Umur 15 – 64 tahun dinamakan usia dewasa/usia kerja/usia produktif.
– Umur 65 tahun keatas dinamakan usia tua/usia tak produktif/usia jompo
Sesuai dengan pengelompokkan umur di atas, maka struktur (susunan) penduduk negara-negara di dunia dibagi 3 yaitu:
– Struktur penduduk muda : bila suatu negara atau wilayah sebagian besar penduduk usia muda.
– Struktur penduduk dewasa : bila suatu negara sebagian besar penduduk berusia dewasa.
– Struktur penduduk tua : bila suatu negara sebagian besar terdiri penduduk berusia tua.
2. Berdasarkan aspek sosial
Misalnya : penduduk digolongkan berdasarkan tingkat pendidikan dan status perkawinan.
Komposisi penduduk menurut pendidikan
Berdasarkan tingkat atau jenjang pendidikan yang telah ditamatkan penduduk dapat dikelompokkan dalam tingkat SD, SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi. Pengelompokkan ini dapat digunakan untuk menentukan besarnya tingkat pendidikan penduduk.
3. Berdasarkan aspek ekonomis
Misalnya : penduduk digolongkan berdasarkan jenis pekerjaan dan tingkat pendapatan.
Komposisi penduduk menurut pekerjaan
Penduduk dapat dikelompokkan berdasarkan pekerjaan yang dilakukan oleh tiap tiap orang. Pekerjaan-pekerjaan tersebut antara lain pegawai negeri sipil, TNI, POLRI, buruh, pedagang, petani, pengusaha dan sopir.
4. Berdasarkan aspek geografis
Misalnya : penduduk di golongkan berdasarkan lokasi tempat tinggal.
Komposisi penduduk menurut tempat tinggal
Tempat tinggal yang sering digunakan dalam komposisi ini adalah tempat tinggal penduduk di desa dan di kota. Ciri khas negara agraris seperti Indonesia adalah sebagian besar penduduk tinggal di desa.

Cara penyajian dan penghitungan komposisi penduduk

Cara penyajian komposisi penduduk

Penyajian data komposisi penduduk dapat disajikan dengan grafik yang berbentuk pyramid yang disebut dengan “Piramida Penduduk”. Piramida Penduduk menurut umur dan jenis kelamin merupakan grafik batang yang menggambarkan perbandingan banyaknya jumlah laki-laki dan perempuan dalam tiap – tiap kelompok usia. Dengan piramida penduduk, data akan terbaca dengan lebih jelas. Riwayat penduduk suatu negeri dapat dibaca dari piramida penduduk negri yang bersangkutan.
Cara penggambaran piramida penduduk :
1. Sumbu vertikal untuk distribusi umur
2. Sumbu horisontal untuk jumlah penduduk dapat absolut maupun persentase.
3. Horisontal kiri untuk laki-laki dan horizontal kanan untuk perempuan.
4. Dasar piramida dimulai untuk umur muda (0 – 4) tahun semakin ke atas untuk umur yang lebih tua
5. Puncak piramida untuk umur tua sering dibuat dengan sistem “open end interval” artinya, misal untuk umur 75, 76, 77, 78 dan seterusnya cukup dituliskan 75+.
6. . Bagian sebelah kiri untuk penduduk laki – laki dan bagian sebelah kanan untuk pnduduk perempuan
7. Besarnya balok diagram untuk masing – masing kelompok umur harus sama.
Piramida penduduk
Terdapat beberapa tipe piramida, dibedakan dalam 5 tipe piramida penduduk:
Model 1:
Piramida penduduk model ini mempunyai dasar lebar dan ‘slope’ tidak terlalu curam atau datar. Bentuk semacam ini terdapat pada penduduk dengan tingkat kelahiran dan kematian sangat tinggi, sebelum mereka mengadakan pengendalian terhadap kelahiran maupun kematian. Umur median rendah, sedangkan angka beban tanggungan (dependency ratio) tinggi.
Contoh: Piramida Penduduk India tahun 1951
Piramida Penduduk Indonesia tahun 1971
Model 2:
Dibandingkan dengan model 1, maka dasar piramida model 2 ini lebih lebar dan ‘slope’ lebih curam sesudah kelompok umur 0-4 tahun sampai ke puncak piramida. Bentuk ini terdapat pada negara dengan permulaan pertumbuhan penduduk yang tinggi/cepat akibat adanya penurunan tingkat kematian bayi dan anak-anak tetapi belum ada penurunan tingakt fertilitas. Umur median sangat rendah, sedangkan angka beban tanggungan (dependency ratio) tinggi.
Contoh: Sri Lanka, Meksiko, dan Brazilia.
Model 3:
Bentuk piramida ini dikenal sebagai bentuk sarang tawon kuno (old fashioned beehive). Terdapat pada negara dengan tingkat kelahirandan tingkat kematian yang rendah. Karakteristik yang dimiliki piramida ini yaitu umur median sangat tinggi, dengan beban tanggungan sangat rendah, terutama pada kelompok umur-umur tua.
Contoh: Pramida penduduk pada hamper seluruh negara-negara Eropa barat.
Model 4:
Piramida penduduk dengan bentuk lonceng/genta (The bellshapedpyramid). Bentuk ini dicapai oleh Negara-negara yang paling sedikit sudah 100 tahun mengalami penurunan tingkat fertilitas (kelahiran) dan kematian. Umur median cenderung menurun dan angka beban tanggungan meninggi.
Contoh: Piramida penduduk Amerika Serikat.
Model 5:
Terdapat pada negara yang menjalani penurunan drastis yang tingkat kelahiran dan kematiannya sangat rendah. Penurunan tingkat kelahiran yang terus menerus akan menyebabkan berkurangnya jumlah absolute dari pada penduduk.

Tinggalkan komentar »

Close your eyes by Westlife

If you wanna know

Tomorrow morning I have to leave
But wherever I may be
Best believe I’m thinking of you
I can’t believe how much I love you
All we have is here tonight
We don’t want to waste this time
Give me something to remember
Baby put your lips on mine

And I’ll love you forever
Any time that we find ourselves apart,

Just close your eyes
And you’ll be here with me
Just look to your heart
And that’s where I’ll be
If you just close your eyes
Till you’re drifting away
You’ll never be too far from me
If you close your eyes

I know I’m gonna see you again
But promise me that you won’t forget
Cause as long as you remember
A part of us will be together
So even when you’re fast asleep
Look for me inside your dreams
Keep believing in what we’re sharing
And even when I’m not there to tell you

I’ll, I’ll love, love you forever
Any time that I can’t be where you are,

You just close your eyes
And you’ll be here with me
Just look to your heart
And that’s where I’ll be
Just close your eyes
Till you’re drifting away
You’ll never be too far from me
If you close your eyes

Is there anywhere that far?
Any time you’re feeling low
Is there anywhere that love cannot reach?
Oh no
It could be anywhere on earth
It could be anywhere I’ll be
Oh baby if you want to see

Just close your eyes and you’ll be here with me
Look to your heart and that’s where you’ll be
Just close your eyes till you’re drifting away
You’ll never be too far from me

 

Tinggalkan komentar »

BETADINE

Betadine Salep Antiseptik yang ampuh dalam mengobati luka-luka yang terinfeksi.
Salep Antiseptik Betadine yang mengandung banan aktif Povidone iodine, mempunyai jangkauan dan daya bunuh kuman yang uas meliputi bakteri jamur, spora dan virus. Berbeda dengan golongan salep lain (anti biotik) Jangkauan dan daya bunuhnya terbatas pada kuman-kuman tertentu saja, misalnya : hanya bakteri atau hanya jamur saja. Keistimewaan Salep Antiseptik Betadine tidak akan menyebabkan kekebalan pada kuman.

Komposisi:                                                                     .,
Salep Antiseptik Betadine mengandung 10% Povidone Iodine.

Indikasi:
Antiseptik Betadine untuk mencegah infeksi luka baru dan luka lama.

Cara pakai :
Bagi orang dewasa, anak-anak atau bayi:
• Oleskan Salep Antiseptik Betadine secukupnya pada luka dan bila perlu balutlah dengan perban steril.
• Ulangi terus sampai sembuh.

Peringatan :
Hati-hati digunakan pada luka bakar yang luas. Hentikan pemakaian bila terjadi reaksi hypersensitif.

Efek samping
Kadang-kadang timbul rasa gatal, iritasi dan merah pada kulit orang yang hypersensitif.

Kontra Indikasi :
Orang yang peka terhadap Iodine.

Kemasan :
Tube netto5g, 10 g, 20 g
DEPKES RI:BPD 0501000023

Hanya untuk bagian luar badan

Tinggalkan komentar »

Penyebab penyakit Lupus

 

Penyebab penyakit lupus belum diketahui secara pasti, agaknya disebabkan kombinasi berbagai faktor seperti genetik, honnon, infeksi, dan lingkungan. Terjadi penyimpangan pada sistem kekebalan yang pada mulanya sistem kekebalan tidak bisa membedakan teman dan musuh, kemudian “teman-teman ” sendiri (sel-sel tubuh/organ sendiri) dianggap sebagai musuh, sehingga dibuat zat anti terhadap sel-sel tersebut, kemudian zat anti ini menyerang sel-sel tubuh/organ sendiri tersebut.

Akibatnya serangan ini menimbulkan kerusakan-kerusakan pada organ tersebut. Ada berita dari Jerman, yang menyatakan sekelompok peneliti mencurigai ada suatu enzim dalam sel yang bertugas menghancurkan DNA dari sel yang sudah mati tetapi enzim ini tidak bekerja normal, sehingga DNA tersebut tidak habis, tetapi sisa-sisa hancuran DNA masih ada. Terhadap sisa-sisa ini kemudian terbentuk zat anti. Dengan cara penyakit ini mengganggu kesehatan, maka penyakit ini digolongkan dalam penyakit autoimun.

 

Tinggalkan komentar »

penyakit autoimunologi

Scleroderma adalah penyakit autoimun dari jaringan ikat. Penyakit autoimun adalah penyakit yang terjadi ketika jaringan tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri. Scleroderma ditandai dengan pembentukan jaringan parut (fibrosis) di kulit dan organ tubuh lain. Hal ini menyebabkan ketebalan dan warna yang tegas di daerah yang terlibat.
Penyebab skleroderma tidak diketahui. Namun para peneliti telah menemukan beberapa bukti bahwa gen adalah faktor penting, meskipun lingkungan tampaknya juga memainkan peran pada penyakit ini. Akibatnya penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuh, menyebabkan cedera pada jaringan yang mengakibatkan cedera serupa dengan bekas luka pembentukan jaringan.
Fakta bahwa gen menyebabkan predisposisi untuk perkembangan scleroderma mengindikasikan bahwa warisan setidaknya juga berperan meskipun secara parsial. Selain itu, sudah lazim ditemukan penyakit autoimun lain dalam keluarga pasien skleroderma. Perlu diketahui, Penyakit ini lebih sering menyerang wanita dibandingkan dengan laki-laki.
Gejala
Gejala scleroderma tergantung pada jenis scleroderma dan sejauh mana keterlibatan eksternal dan internal pada penderita. Karena scleroderma dapat mempengaruhi kulit, esofagus, pembuluh darah, ginjal, paru-paru, tekanan darah dan usus, sehingga gejala dapat melibatkan banyak bagian tubuh. Gejala itu antara lain:
– perubahan warna jari kaki dan jari tangan. Umumnya berubah pucat kebiruan.
– kulit mengeras
– kulit wajah mengencang
– gangguan menelan
– penurunan berat badan
– diare
– sembelit
Pengobatan
Tidak ada obat yang dapat menghentikan perkembangan skleroderma. Tetapi obat dapat meredakan beberapa gejala dan mengurangi kerusakan organ. Obat herbal yang diduga dapat mengurangi gejala Scleroderma adalah Pegagan.

Tinggalkan komentar »

Penyakit – penyakit menular di indonesia

1.MALARIA

Malaria ditularkan melalui nyamuk yang membawa parasit Plasmodium sp (saat ini dikenal ada 5 jenis parasit, tetapi yang diketahui paling berbahaya adalah Plasmodium falciparum). Di tubuh manusia, parasit memperbanyak diri di hati (liver) dan kemudian menginfeksi sel darah merah.

Gejala penyakit ini muncul setelah 10 sampai 15 hari setelah digigit nyamuk. Jika tidak segera dirawat, malaria menjadi pembawa petaka dengan cara mengganggu supply darah ke seluruh organ vital. Repotnya lagi di beberapa negara diketahui parasit ini menjadi resisten terhadap beberapa jenis obat-obat malaria.
Beberapa gejala malaria adalah anemia, demam, menggigil, muntah dan bahkan koma atau kematian.. Setiap tahun, ada sekitar 400 juta kasus malaria, membunuh jutaan orang. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit menular yang paling umum, dan masalah serius. Saat ini, tidak ada vaksin yang memiliki dampak besar telah dibuat, tetapi banyak yang sedang diciptakan.
WHO mencanangkan tanggal 25 April menjadi Hari Malaria Sedunia, sebagai tanda betapa seriusnya penyakit ini terutama di beberapa negara berkembang. Pada tahun 2008 ditemukan 247 juta kasus penyakit malaria dan hampir 1 juta kematian terutama pada anak-anak di Afrika. 20% kematian pada bayi di sana disebabkan oleh penyakit ini.
Tindakan pengendalian yang dilakukan bagi penderita adalah perawatan sesegera mungkin dengan terapi kombinasi artemisin.

2. TUBERKULOSIS (TBC)
Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri dalam keluarga Mycobaterium sp. Lingkungan yang gelap, lembab dan kurang ventilasi dikatakan merupakan penyebab gampangnya penyebaran penyakit yang menular ini, dan bersifat menahun (kronis). Di Indonesia penyakit ini menjadi penyebab kematian kedua terbesar. WHO menyatakan pada tahun 2008 kematian yang diakibatkan penyakit ini sekitar 1,34 juta kasus dan terbanyak terjadi di Asia Tenggara.

Gejala umum dari penyakit ini adalah batuk-batuk yang bahkan disertai darah lebih dari 3 minggu, demam dan keringat di malam hari (dan pada beberapa kasus bisa hilang dan muncul seperti penyakit flu biasa), turunnya nafsu makan dan berat badan dan mudah lelah.

TBC umumnya menyerang paru-paru, tetapi sebenarnya bakteri tadi bisa menyerang organ tubuh manapun.seperti otak dan tulang.

3. DIARE
Penyakit diare tercatat menyebabkan kematian pada 1,5 juta anak-anak setiap tahun, dan biasanya anak-anak balita adalah yang paling rentan terhadap penyakit ini. Bahkan penyakit ini adalah penyakit nomor dua penyebab kematian balita, setelah pneumonia. Penyakit ini berlangsung berhari-hari sampai akhirnya penderita kekurangan air dan garam yang vital untuk kehidupan.

Penyakit kolera dan disentri termasuk dalam penyakit ini, dan banyak terjadi di daerah yang susah mendapatkan air bersih dan kurang dalah hal sanitasi.
Penyakit ini biasanya menular melalui air yang terkontaminasi feces. Sebagian besar organisme yang menimbulkan penyakit ini adalah rotavirus dan Escherichia coli. Pencegahan bisa dilakukan dengan memberi ASI pada balita secara eksklusif terutama pada 6 bulan pertama, vaksinasi rotavirus, makan makanan yang bersih dan sanitasi. Di tahun 2008, diare menyebabkan 2,46 juta atau 4,3% tingkat kematian.

4. TRACHEA/BRONCHUS/LUNG CANCERS
Trachea/bronchus/lung cancer adalah pertumbuhan sel yang tidak terkontrol di paru-paru. JIka tidak dirawat, pertumbuhan dapat menyebar ke jaringan sekitar dan bahkan ke seluruh bagian tubuh. Istilah medisnya metastasis. Menurut data, kanker paru-paru merupakan penyebab kematian terbanyak yang diakibatkan oleh kanker, dan diperkirakan telah menyebabkan 1,39 juta kematian per tahun (berdasardata tahun 2008) atau 2,4% dari tingkat kematian di tahun yang sama. Gejala yang tampak adalah nafas yang pendek atau sesak nafas, batuk-batuk (bahkan batuk darah), rasa sakit di dada dan bahu, dan turunya berat badan secara drastis.
Faktor utama yang diketahui menjadi penyebabnya adalah merokok, dengan persentase 9 dari 10 kasus. Penyebab lainnya adalah terpapar bahan-bahan bersifat karsinogenik seperti asbestos dan radiasi. Perawatan kanker paru-paru yang dilakukan saat ini adalah melalui kemoterapi, radioterapi dan pembedahan.
5. HIV/AIDS
Orang banyak nergidik bila mendengar mengenai penyakit ini, karena memang sampai saat ini belum ada perawatan yang efektif bisa menyembuhkan para penderita AIDS.

AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HIV (human immunodeficiency virus). AIDS sendiri tidaklah mematikan, tetapi sifatnya yang mereduksi efektifitas sistem immunitas tubuh manusia menjadikannya berbahaya apabila sang penderita terinfeksi penyakit lain.

Penyakit ini pada tahun 2009 telah menimbulkan sekitar 1,8 juta kematian dan 33,3 juta orang sebagai pengidap virus HIV ini, dan 2,6 juta penderita baru. Semua provinsi di Indonesia sampai dengan bulan Juni 2005, telah melaporkan penduduk yang terinfeksi HIV. Jumlah kumulatif penderita AIDS di Indonesia telah mencapai lebih dari 3.000 penderita.
Pengobatan yang efektif terhadap penyakit ini belum ditemukan, perawatan yang diberikan saat ini adalah dengan perlakuan antiretroviral, tetapi harganya masih sangat mahal dan belum tersedia di semua Negara.
6. DIABETES MELLITUS
Penyakit ini menimbulkan kematian pada 1,26 juta orang di tahun 2008. Diabetes Mellitus atau biasa dikenal diabetes atau kencing gula adalah kumpulan penyakit di mana pada sel darah penderita akan mengandung kadar gula yang tinggi. Biasanya disebabkan tubuh yang tidak memproduksi insulin atau sel tidak member respon terhadap insulin yang dihasilkan tubuh. Penderita diabetes akan mengalami gejala seperti sering kencing, sering merasa haus dan lapar.

Ada 3 jenis diabetes yaitu type 1, 2 dan gestational. Type 1 bila tubuh tidak bisa memproduksi insulin, type 2 bila sel-sel di dalam tubuh tidak memberi respon terhadap insulin yang ada (dan bisa juga ditambah dengan tubuh tidak memiliki produksi insulin yang memadai), dan gestational adalah diabetes yang terjadi pada ibu hamil yang sebelumnya tidak mempunyai penyakit ini. Penyakit diabetes type 1 dan 2 adalah penyakit kronis yang tidak bisa diobati, sedangkan gestational diabetes biasanya sembuh setelah proses melahirkan.

Pada tahun 2000, paling sedikit 171 juta orang di dunia menderita diabetes, dan di antaranya yang paling banyak diderita adalah diabetes type 2.

7. INFEKSI SALURAN PERNAFASAN BAWAH
Bila anda pernah mendengar di media massa mengenai ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), penyakit ini jauh lebih berbahaya. Ada 2 jenis penyakit yang disebabkan infeksi ini yaitu bronchitis dan pneumonia. Penyakit ini timbul akibat infeksi beberapa jenis bakteri. Gejala yang ditimbulkannya adalah demam, infeksi sinus, muntah, rasa terbakar di mata atau mata berair, susah bernafas karena penyumbatan hidung, sesak nafas, dan tenggorokan gatal.

Pada tahun 2008, penyakit ini telah menyebabkan 3,46 juta kematian atau sekitar 6,1% dari seluruh jumlah kematian di tahun itu.
8.POLIO
Polio sangat menular. Ini adalah penyakit yang mempengaruhi sistem saraf pusat dan tulang belakang, kadang-kadang meninggalkan korban lumpuh. Gejala sakit kepala, leher, punggung, dan nyeri perut, muntah, demam, dan lekas marah. Satu dari 200 kasus infeksi virus akan menyebabkan kelumpuhan, 5–10 persen pasien meninggal dunia akibat kelumpuhan pada otot pernapasan. Tidak ada obat untuk penyakit polio. Penyakit ini hanya bisa dicegah dengan imunisasi.
Sejak tahun 1995, kasus polio liar tidak pernah ditemukan lagi di Indonesia. Akan tetapi, Indonesia masih memiliki risiko terhadap virus polio impor dan risiko terhadap Vaccine Derived Polio Virus (VDPV) di daerah cakupan imunisasi rendah. Virus polio liar yang kembali muncul akhir-akhir ini di Indonesia diperkirakan berasal dari negara lain. Jumlah kasus positif yang dilaporkan sampai 1 Agustus 2005 berjumlah 189 kasus dengan 8 kasus di antaranya meninggal dunia.
9.DEMAM BERDARAH DENGUE
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) {bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)} adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.Merupakan penyakit menular yang berbahaya,dapat menimbulkan kematian dalam waktu singkat dan sering menimbulkan wabah.
Selama nyamuk aides aigypti tidak terkontaminasi virus dengue maka gigitan nyamuk dbd tersebut tidak berbahaya. Jika nyamuk tersebut menghisap darah penderita dbd maka nyamuk menjadi berbahaya karena bisa menularkan virus dengue yang mematikan. Untuk itu perlu pengendalian nyamuk jenis aedes aegypti agar virus dengue tidak menular dari orang yang satu ke orang yang lain
Penyakit ini pertama kali ditemukan di Manila (Filipina) pada tahun 1953, selanjutnya menyebar ke berbagai negara.Di Indonesia penyakit DBD ditemukan pada tahun 1968 di Surabaya dan DKI Jakarta.Kini diseluruh Propinsi sudah terjangkit penyakit ini. Penyakit ini banyak ditemukan didaerah tropis seperti Asia Tenggara, India, Brazil, Amerika termasuk di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut.
10.FLU BURUNG
Penyakit flu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian influenza) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas. Penyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas di konfirmasikan telah terjadi di Republik Korea, Vietnam, Jepang,Thailand, Kamboja, Taiwan, Laos, China, Indonesia dan Pakistan. Sumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksI.
Virus ini tidak menulari manusia pada khususnya. Namun pada tahun 1997, kejadian pertama penularan langsung virus influenza A (H5N1) dari burung ke manusia telah dibuktikan saat terjadi serangan penyakit flu burung diantara unggas di Hong Kong; virus tersebut telah menyebabkan sakit pernafasan yang parah pada 18 orang, 6 diantaranya meninggal. Sejak saat itu, terdapat kejadian penularan H5N1 pada manusia. Flu burung menular dari unggas ke unggas, dan dari unggas ke manusia,
Penyakit ini dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran atau sekreta burung/unggas yang menderita flu burung. Penularan dari unggas ke manusia juga dapat terjadi jika manusia telah menghirup udara yang mengandung virus flu burung atau kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi flu burung. Sampai saat ini belum ada bukti yang menyatakan bahwa virus flu burung dapat menular dari manusia ke manusia dan menular melalui makanan,minuman,sentuhan,udara.
Virus flu burung menyebar diantara burung-burung yang rentan saat mereka terkena kotoran yang telah terkontaminasi. Diyakini bahwa sebagian besar kasus infeksi H5N1 pada manusia disebabkan oleh kontak dengan unggas yang telah terinfeksi atau lingkungan yang telah terkontaminasi.
Di Indonesia pada bulan Januari 2004 di laporkan adanya kasus kematian ayam ternak yang luar biasa (terutama di Bali, Botabek, Jawa Timur, Jawa Tengah,Kalimantan Barat dan Jawa Barat). Jumlah unggas yang mati akibat wabah penyakit flu burung di 10 propinsi di Indonesia sangat besar yaitu 3.842.275 ekor (4,77%) dan yang paling tinggi jumlah kematiannya adalah propinsi Jawa Barat (1.541.427 ekor). Pada bulan Juli 2005, penyakit flu burung telah merenggut tiga orang nyawa warga Tangerang Banten. Sampai dengan tanggal 17 Oktober 2007, Indonesia telah melaporkan 109 kasus flu burung H5N1 pada manusia. 88 diantaranya mematikan. 3 kasus mematikan dilaporkan telah terjadi di Bali sejak bulan Agustus 2007.

Tinggalkan komentar »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.
1 Komentar »